KAMU AKAN MENEMUKAN HAL MENARIK DISINI

Blogroll

Rabu, 16 Februari 2022

Pencemaran Air

Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan, dan air tanah akibat aktivitas manusia. Menurut PP no 20 tahun 1990, pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia sehingga kualitas dari air tersebut turun hingga batas tertentu yang menyebabkan air tidak berguna lagi sesuai dengan peruntukannya.

Berikut adalah sumber-sumber pencemaran air:

1. Limbah industri: bahan kimia cair maupun padat, dari sisa-sisa bahan bakar seperti tumpahan minyak dan oli, kebocoran pipa-pipa minyak tanah yang ditimbun dalam tanah.

2. Penggunaan lahan hijau atau hutan untuk membangun sesuatu.

3. Limbah pertanian.

4. Limbah pengolahan kayu.

5. Penggunakan bom oleh nelayan dalam mencari ikan di laut.

6. Rumah tangga (limbah cair, seperti sisa mandi, MCK, sampah padatan seperti plastik,

gelas, kaleng, batu batre, sampah cair seperti detergen dan sampah organik, seperti

sisa-sisa makanan dan sayuran).

Selain itu terdapat penyebab dan dampak pencemaran air yang harus diketahui. Berikut penjelasannya yang dikutip dari laman DLHK Provinsi Banten:

Penyebab Pencemaran Air

Penyebab pencemaran air dapat dibagi menjadi dua yaitu sumber kontaminan langsung dan dan tidak langsung.Sumber langsung meliputi efluen yang keluar industri, TPA sampah, rumah tangga dan sebagainya. Sumber tak langsung adalah kontaminan yang memasuki badan air dari tanah, air tanah atau atmosfer berupa hujan.

Baca juga:
5 Penyebab Pemanasan Global dan Dampaknya bagi Bumi
Pencemaran air juga memiliki karakteristik yang berbeda-beda, seperti:

1. Meningkatnya kandungan nutrient yang mengarah pada eutrofikasi.

2. Sampah organik seperti air selokan menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem.

3. Polutan industri seperti i logam berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan.

4. Limbah pabrik yang mengalir ke sungai citarum.

Dampak Pencemaran Air

1. Dampak terhadap kehidupan biota air

Jika terlalu banyak zat pencemaran pada air limbah akan menurunkan kadar oksigen yang terlarut dalam air. Akibatnya kehidupan dalam air yang membutuhkan oksigen menjadi terganggu dan mengurangi perkembangannya. Akibat matinya bakteri-bakteri, maka proses penjernihan air secara alamiah yang seharusnya terjadi pada air limbah juga terhambat.

2. Dampak terhadap kualitas air tanah

Pencemaran air pada tanah dapat diukur melalui faecal coliform telah terjadi dalam skala yang luas, hal ini dibuktikan oleh suatu survey sumur dangkal di Jakarta. Banyak penelitian yang mengindikasikan terjadinya pencemaran tersebut.

3. Dampak terhadap kesehatan

Dampak pencemaran air terhadap kesehatan akan menularkan bermacam-macam penyakit antara lain:

- Air sebagai media untuk hidup mikroba pathogen.

- Air menjadi sarang serang dan menyebarkan penyakit.

- Jumlah air yang tersedia tidak cukup, sehingga manusia yang bersangkutan tak dapat membersihkan diri.

- Air sebagai media hidup vektor penyakit.


4. Dampak terhadap estetika lingkungan

Banyaknya zat organic yang dibuang ke lingkungan perairan maka perairan tersebut semakin tercemar yang ditandai dengan bau yang menyengat. Juga diikuti dengan tumpukan yang dapat mengurangi estetika lingkungan.



Sumber video: https://youtu.be/y2CLOnWsc-Q
Sumber: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5693376/pencemaran-air-pengertian-penyebab-dan-dampaknya-bagi-lingkungan
Share:

Pola Interaksi Manusia Memengaruhi Ekosistem

 Pola Interaksi Manusia Mempengaruhi Ekosistem

Dalam ekosistem manusia berperan sebagai bagian dari komponen biotik dan peran manusia ini besar sekali pengaruhnya terhadap kuaalitas lingkungan. Kita sudah sering mendengar kerusakan hutan, pemcemaran sungai, laut, tanah dan udara disebabkan oleh perilaku manusia yang memanfaatkan kekayaan alam dan kurang menyadari akan kerusakan lingkungan yang akan ditimbulkannya. Karena ulah manusia kualitas lingkungan dapat menurun dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup manusia di masa datang. Manusia memiliki peranan yang sangat penting untuk mengatasi pencemaran lingkungan yang terjadi akibat ulah manusia sendiri.

Menurut Undang-Undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982 pencemaran lingkungan adalah berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.

Faktor-faktor Penyebab Perubahan Lingkungan
Faktor penyebab perubahan lingkungan dapat dibedakan menjadi faktor alam dan faktor manusia. Faktor yang dapat menimbulkan kerusakan antara lain gunung meletus, gempa bumi, angin topan, kemarau panjang, banjir, dan kebakaran hutan. Faktor manusia berupa kegiatan manusia yang menyebabkan perubahan lingkungan misalnya, membuang limbah (limbah rumah tangga, industri, pertanian, dan sebagainya) secara sembarangan, menebang hutan sembarangan, dan sebagainya. Penebangan hutan hujan tropik di Indonesia dapat berpengaruh pada perubahan iklim global karena hutan merupakan paru-paru dunia.

Macam-macam Pencemaran Lingkungan
Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan. Polutan adalah suatu zat atau bahan yang kadarnya melebihi ambang batas serta berada pada waktu dan tempat yang tidak tepat, sehingga merupakan bahan pencemar lingkungan, misalnya: bahan kimia, debu, panas dan suara. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup karena jumlahnya melebihi normal, berada pada waktu yang tidak tepat, dan di tempat yang tidak tepat. Polutan tersebut dapat menyebabkan lingkungan menjadi tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan akhirnya malah merugikan manusia dan makhluk hidup lainnya.

1. Pencemaran Udara
Pencemaran udara adalah masuknya, atau tercampurnya unsur-unsur berbahaya ke dalam atmosfir yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan, gangguan pada kesehatan manusia secara umum serta menurunkan kualitas lingkungan. Udara dikatakan tercemar jika udara tersebut mengandung unsur-unsur yang mengotori udara. Pencemaran udara disebabkan oleh asap buangan, misalnya gas CO2 hasil pembakaran, SO, SO2, CFC, CO, dan asap r*kok. Setiap bahan buangan penyebab pencemaran udara tersebut memiliki dampak sendiri-sendiri bagi manusia.
  • CO (Karbon monoksida). Jika mesin mobil dihidupkan dalam garai tertutup, orang yang ada di garasi dapat meninggal akibat menghirup gas CO. Menghidupkan AC ketika tidur di dalam mobil gelap tertutup juga berbahaya. Bocoran gas CO dari knalpot dapat masuk ke dalam kabin mobil dan dapat menyebabkan kematian.
  • SO & SO2bereaksi dengan air hujan mengakibatkan tumbuhan dan hewan-hewan tanah mati, besi dan logammudah berkarat, dan lain-lain.
  • Asap rok*k menyebabkan batuk kronis, kanker paru-paru, memengaruhi janin dalam kandungan, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya.
  • CFC (Cloro Fluoro Carbon) biasa ditemukan di pendingan ruangan (AC), lemari pendingan, busa jok mobil. CFC dapat merusak lapisan ozon dan juga menyebabkan pemanasan global..
  • CO2 (Karbon dioksida). Meningkatnya kadar CO2 di udara jika tidak segera diubah akan mengakibatkan efek rumah kaca.

Akibat yang ditimbulkan oleh pencemaran udara antara lain, seperti berikut.
  • Terganggunya kesehatan manusia, seperti batuk dan penyakit pernapasan.
  • Rusaknya bangunan karena pelapukan, korosi/karat pada logam, dan memudarnya warna cat.
  • Terganggunya pertumbuhan tananam, seperti menguningnya daun atau kerdilnya tanaman akibat konsentrasi SO2 yang tinggi atau gas yang bersifat asam (efek hujan asam).
  • Adanya peristiwa efek rumah kaca (green house effect) yang dapat menaikkan suhu udara secara global serta dapat mengubah pola iklim bumi dan mencairkan es di kutub. Hal ini sering disebut pemanasan global (global warming).
pencemaran lingkungan

2. Pencemaran Air
Pencemaran air adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur, atau komponen lainnya ke dalam air sehingga menyebabkan kualitas air terganggu. Kualitas air yang terganggu ditandai dengan perubahan bau, rasa, dan warna. Ditinjau dari asal polutan dan sumber pencemarannya, pencemaran air dapat dibedakan antara lain: limbah pertanian, limbah rumah tangga, dan limbah industri.
  • Limbah pertanian dapat mengandung polutan insektisida atau pupuk organik. Insektisida dapat mematikan biota sungai.
  • Limbah rumah tangga berupa berbagai bahan organik (misal sisa sayur, ikan, nasi, minyak, lemak, air buangan manusia), atau bahan anorganik misalnya plastik, aluminium, dan botol yang hanyut terbawa arus air. Sampah yang tertimbun menyumbat saluran air dan mengakibatkan banjir.
  • Limbah Industri, Kebocoran tanker minyak dapat menyebabkan minyak menggenangi lautan sampai jarak ratusan kilometer. Tumpahanminyak mengancam kehidupan ikan,  terumbu karang, burung laut, dan organisme laut lainnya

Akibat yang ditimbulkan oleh pencemaran air antara lain:
  • Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya kandungan oksigen.
  • Terjadinya ledakan populasi ganggang dan tumbuhan air (eutrofikasi) yang dapat berakibat kurang oksigen di perairan yang dapat membunuh biota perairan dan terjadinya pendangkalan dasar perairan.
  • Menjalarnya wabah penyakit karena air yang kotor menjadi sumber penyakit, di antaranya muntahber.

Usaha-usaha Mencegah Pencemaran Lingkungan
  • Menempatkan daerah industri atau pabrik jauh dari daerah perumahan atau pemukiman penduduk.
  • Pembuangan limbah industri diatur sehingga tidak mencemari lingkungan atau ekosistem.
  • Pengawasan terhadap penggunaan jenis-jenis pestisida dan zat kimia lain yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan.
  • Memperluas gerakan penghijauan atau reboisasi.
  • Tindakan tegas terhadap pelaku pencemaran lingkungan.
  • Memberikan kesadaran terhadap masyarakat tentang arti lingkungan hidup sehingga manusia lebih mencintai lingkungan hidupnya.
  • Membuang sampah pada tempatnya.
  • Penggunaan lahan yang ramah lingkungan.

Pencemaran air dan udara sudah sangat memprihatikan sehingga membutuhkan peran serta semua pihak untuk mengatasi dan mengurangi pencemaran tersebut. Hanya manusia yang dapat menebang pohon, mengolahkan menjadi kertas, dan menuliskan para kertas itu " Stop Penebangan Pohon"

Sumber: https://www.mikirbae.com/2016/01/pola-interaksi-manusia-mempengaruhi.html
Share:

Interaksi dalam Ekosistem Membentuk Suatu Pola

IPA KELAS 7 SEMESTER 2 -- Interaksi dalam Ekosistem Membentuk Suatu Pola. Jika kamu mengamati bagian kecil ekosistem seperti pada kegiatan sebelumnya, atau seluruh ekosistem yang luas seperti lautan, kamu dapat mengetahui hubungan keterkaitan di antara organisme yang terdapat dalam ekosistem tersebut. Setiap organisme tersebut tidak dapat hidup sendiri dan selalu bergantung pada organisme yang lain dan lingkungannya. Saling ketergantungan ini akan membentuk suatu pola interaksi. Terjadi interaksi antara komponen biotik dengan komponen abiotik, dan terjadi interaksi antarsesama komponen biotik.

1. Interaksi Antara Makhluk Hidup dengan Makhluk Hidup yang Lain.

Interaksi antara makhluk hidup dengan makhluk hidup yang lain dapat terjadi melalui rangkaian peristiwa makan dan dimakan. Seperti rantai makanan, jaringjaring makanan, dan piramida makanan. Selain itu, melalui bentuk hidup bersama, yaitu simbiosis. Perhatikan Gambar 2.4 dan 2.5.

2. Macam-macam Simbiosis

Simbiosis merupakan bentuk hidup bersama antara dua individu yang berbeda jenis. Ada tiga (3) macam simbiosis, yaitu simbiosis mutualisme, simbiosis komensalisme, dan simbiosis parasitisme. Simbiosis mutualisme merupakan suatu hubungan dua jenis individu yang saling memberikan keuntungan satu sama lain.Simbiosis komensaslisme adalah hubungan interaksi dua jenis individu yang memberikan keuntungan kepada salah satu pihak, tetapi pihak lain tidak mendapatkan kerugian. Simbiosis parasitisme merupakan hubungan dua jenis individu yang memberikan keuntungan kepada salah satu pihak dan kerugian pada pihak yang lain. Perhatikan Gambar 2.6.

Contoh simbiosis mutualisme adalah antara jamur dan akar pohon pinus. Jamur mendapatkan makanan dari pohon pinus, sedangkan pohon pinus mendapatkan garam mineral dan air lebih banyak jika bersimbiosis dengan jamur.

Contoh simbiosis komensalisme adalah antara tanaman anggrek dengan pohon mangga. Tanaman anggrek mendapatkan keuntungan berupa tempat hidup, sedangkan pohon mangga tidak mendapatkan keuntungan maupun kerugian dari keberadaan tanaman anggrek tersebut.

Contoh simbiosis parasitisme adalah antara kutu rambut dan manusia. Kutu rambut memperoleh keuntungan dari manusia berupa darah yang diisap sebagai makanannya sedangkan manusia akan merasakan gatal pada kulit dikepalanya.
3. Peran Organisme Berdasarkan Kemampuan Menyusun Makanan

Berdasarkan kemampuan menyusun makanan, peran organisme dibagi menjadi 2 yaitu autotrof dan heterotrof. Organisme  heterotrof, berdasarkan jenis makanannya dibagi lagi menjadi 3 (tiga), yaitu herbivora, karnivora, dan omnivora.
Untuk memahami ekosistem, kamu harus melakukan kegiatan berikut. 
Ayo Kita Lakukan
Kegiatan 2.3 Memahami Saling Ketergantungan antara Makhluk Hidup
Kamu akan melakukan simulasi tentang saling ketergantungan makhluk hidup dalam suatu ekosistem. Dengan kegiatan ini, kamu diharapkan memahami pentingnya setiap organisme bagi kehidupan.

Benda yang diperlukan.
  1. Benang kasur atau tali rafia.
  2. Kartu-kartu yang berisi komponen ekosistem.
Kegiatan ini dapat dilakukan di dalam atau di luar kelas.

Lakukan langkah-langkah sebagai berikut.
  1. Pilih salah satu ekosistem.
  2. Berkumpullah bersama temanmu membentuk lingkaran.
  3. Bagilah peran temanmu masing-masing. Misalnya, temanmu yang pertama sebagai pohon dan memegang ujung tali.
  4. Temanmu yang kedua yang berada di seberang teman pertama menyebutkan salah satu komponen ekosistem hutan tropis, selanjutnya menjelaskan keterkaitan dengan komponen sebelumnya. Misalnya burung, hubungannya sebagai tempat hidup.
  5. Kemudian tali dihubungkan lagi ke teman ketiga yang berada di seberang teman kedua. Hal ini terus dilakukan sampai semua teman sudah memegang tali rafia yang mewakili komponen hutan tropis.

  6. Setiap peserta didik harus memegang tali.
  7. Guru menyebutkan salah satu komponen hutan tropis. Peserta didik yang memerankan komponen tersebut menggoyang-goyangkan tali yang dipegangnya, dan semua peserta didik diminta komentarnya apa yang dirasakan? Ternyata, semua peserta didik akan merasakan getaran dari tali rafia tersebut.
  8. Selanjutnya, guru menyebutkan salah satu komponen hutan lain, dan meminta melepaskan tali yang dipegangnya. Akibatnya, ada  (komponen lain) yang talinya tidak kencang lagi dan komponen tersebut harus melepaskan talinya.
  9. Buatlah kesimpulan berdasarkan kegiatan ini yang berkaitan dengan   interaksi antarkomponen ekosistem hutan tropis.
Ayo Kita Latihan
Perhatikan Gambar 2.11. Berapa rantai makanankah yang terlihat pada gambar jaring-jaring makanan tersebut?
  1. Apakah rantai makanan yang satu dengan yang lain saling berhubungan? Jelaskan.

  2. Tuliskan rantai makanan yang ditunjukkan pada Gambar 2.11 di atas. Isikan jawabannya pada tabel beri
Sumber: https://hindualukta.blogspot.com/2021/08/interaksi-dalam-ekosistem-membentuk.html
Share:

Hal-Hal yang Ditemukan dalam Suatu Lingkungan

 

Hal-Hal yang Ditemukan dalam Suatu Lingkungan
zoom-in-whitePerbesar
Lingkungan dapat dimanfaatkan manusia sebagai tempat melangsungkan kehidupannya. Sumber: Pexels.com
Makhluk hidup dan lingkungan merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan karena satu dan lainnya saling memiliki pengaruh.
Lingkungan dapat dijadikan sebagai tempat tinggal untuk makhluk hidup, baik manusia, hewan, maupun tumbuh-tumbuhan.
Tak hanya itu, makhluk hidup bisa memanfaatkan apa saja yang ia temui dalam untuk melangsungkan kehidupannya.
Hal-hal apa saja yang dapat ditemukan dalam suatu lingkungan hingga bisa dimanfaatkan oleh makhluk hidup?
Untuk dapat menjawab pertanyaan ini, simak penjelasan berikut ini.

Pengertian dan Jenis-Jenis Lingkungan

Sebelum mengetahui hal-hal apa saja yang dapat ditemukan dalam suatu lingkungan, sekiranya perlu untuk memahami pengertian dan jenis-jenis dari lingkungan terlebih dahulu.
Menurut Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009, lingkungan adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang memengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
Dalam buku Geografi untuk Kelas XI SMA/MA yang ditulis Eni Anjayani, ada tiga jenis kelompok lingkungan:
  • Lingkungan fisik merupakan lingkungan alam yang mengelilingi atau berada di sekitar makhluk hidup.
  • Lingkungan biologis adalah segala sesuatu yang berada di sekitar manusia dan berupa makhluk hidup selain manusia itu sendiri.
  • Lingkungan sosial adalah kondisi manusia beserta manusia lainnya dalam suatu lingkungan, seperti tetangga, teman, keluarga, dan lain-lain.

Hal-Hal yang Ditemukan dalam Suatu Lingkungan

Ada banyak hal yang bisa ditemui dalam suatu lingkungan. Di dalam lingkungan, terdapat beberapa komponen yang mudah ditemui atau didapatkan pada suatu lingkungan.
Menurut Dr. Ir. Etty Riani, M.S. dalam bukunya yang berjudul Pengantar Ilmu Lingkungan, komponen dalam suatu lingkungan terbagi menjadi dua komponen, yakni komponen abiotik dan komponen biotik.
1. Komponen Abiotik
Hal-Hal yang Ditemukan dalam Suatu Lingkungan (1)
zoom-in-whitePerbesar
Komponen abiotik seperti matahari dapat dimanfaatkan oleh makhluk hidup. Sumber: Pexels.com
Komponen abiotik merupakan komponen tidak hidup atau komponen fisik, seperti sumber daya alam fisik dan kimia atau benda mati atu tidak bernyawa yang berada dalam lingkungan.
Komponen-komponen abiotik ini bisa dimanfaatkan oleh makhluk hidup untuk melangsungkan kehidupannya.
Komponen ini secara keseluruhan berinteraksi dan menjadikan sifat yang khas dari komponen fisik dan kimia suatu wilayah.
Contoh dari komponen abiotik antara lain adalah suhu, cahaya, suara, kelembaban, air, tanah, udara, batu, garam-garam mineral, dan sebagainya.
Berdasarkan contoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa komponen abiotik dapat berpengaruh terhadap kehidupan makhluk hidup, baik secara langsung maupun tidak langsung.
2. Komponen Biotik
Hal-Hal yang Ditemukan dalam Suatu Lingkungan (2)
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu hal yang dapat ditemukan dalam suatu lingkungan adalah tumbuhan. Sumber: Pexels.com
Komponen biotik adalah komponen lingkungan yang bersifat hidup, atau dengan kata lain komponen biotik adalah keseluruhan makhluk hidup yang ada pada suatu lingkungan atau pada suatu ekosistem.
Komponen ini memiliki sejumlah karakteristik dan ciri-cirinya, seperti bernapas, bergerak, tumbuh dan berkembang, dan sebagainya.
Komponen biotik memanfaatkan komponen abiotik untuk melangsungkan kehidupannya. Contohnya, tumbuh-tumbuhan memerlukan sinar matahari untuk berfotosintesis.
Setiap komponen biotik, baik tumbuhan, hewan dan manusia memiliki peran dalam lingkungan hidupnya.
Berikut beberapa peran komponen biotik, yaitu:
  • Produsen, yaitu organisme yang dapat menghasilkan makanan sendiri. Contohnya tumbuh-tumbuhan.
  • Konsumen adalah jenis organisme yang memperoleh bahan organik dari organisme lain. Contohnya, hewan dan manusia
  • Dekomposer adalah makhluk hidup yang berfungsi untuk mengurai bahan-bahan organik.
Sumber: https://kumparan.com/kabar-harian/hal-hal-yang-ditemukan-dalam-suatu-lingkungan-1wdOYkTXNAm/full
Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Comments

3-comments

FOLLOW ME

href="https://instagram.com/william_0604tzyy">

LATEST

3-latest-65px

Galaksi Bima Sakti

 Bima Sakti (bentuk yang sering digunakan oleh ahli astronomi[15][16]) atau Bimasakti (bentuk baku menurut KBBI[17]) adalah galaksi spiral y...

Search

Latest video-course

1-tag:Videos-800px-video

Penelusuran

Campus

4-tag:Campus-500px-mosaic

About

This just a demo text widget, you can use it to create an about text, for example.

Testimonials

3-tag:Testimonials-250px-testimonial

Header Background

Header Background
Header Background Image. Ideal width 1600px with.

Popular Posts

Logo

Logo
Logo Image. Ideal width 300px.

Section Background

Section Background
Background image. Ideal width 1600px with.

Section Background

Section Background
Background image. Ideal width 1600px with.

Ads block

Banner 728x90px

Courses

6-latest-350px-course

Section Background

Section Background

Search This Blog

Contact us-desc:Feel free to contact us at anytime about our courses and tutorials.

Nama

Email *

Pesan *

Latest video-course

1-tag:Videos-800px-video

SEARCH

Popular

FOLLOW US

Latest courses

3-tag:Courses-65px

BTemplates.com

BTemplates.com

Blog Archive